tentang ijtihad

Oktober 9, 2007 oleh reyong

image008.jpgDIALOG ROSULULLAH SAW DENGAN MU’ADZ BIN JABAL

Rosulullah SAW suatu ketika pernah berdialog dengan Mu’adz bin Jabal.Seorang sahabat yang hendak diutus ke yaman untuk menjadi muballigh dan mufti disana.

Riwayat itu selengkapnya dalam riwayat Abu Dawud sebagai berikut:

Dari Mu’adz bin Jabal ra,bahwa Rosulullah SAW ketika akan mengirimnya ke yaman bertanya :”ya mu’adz bagaimana caranya engkau memutuskan perkara yang dibawa orang kepadamu?”..”saya akan memutuskannya menurut yang tersebut dalam kitabullah”..Jawab mu’adz.

Nabi SAW bertanya lagi:”Kalau engkau tak menemukan hal itu dalam kitabullah,bagaimana?”.Mu’adz menjawab:”saya akan memutuskannya menurut sunah rosul Nya”.Lalu nabi SAW bertanya lagi:”Kalau hal itu tidak ditemukan juga dalam keduanya,yakni Kitabullah dan sunah rosul,bagaimana?”.
Lalu mu’adz menjawab:”Jika tidak terdapat dalam keduanya saya akan berijtihad tanpa ragu sedikitpun”.

Mendengar jawaban itu,nabi Muhammad SAW lalu meletakkan kedua tangannya kedada mu’adz dan berkata:”Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufiq utusan rosulullah,sehingga menyenangkan hati rosul-Nya”.
(HR Imam Tirmidzi dan Abu Dawud).Lihat kitab shohih tirmidzi juz II/68 dan Sunan Abu Dawud juz III/303.

Dari Riwayat diatas menunjukkan adanya ijtihad dan urgensinya jika dalam beberapa hal tidak kita temukan dalil yang shorih baik dalam Al qur’an maupun hadits.Hanya saja diperbolehkannya seseorang untuk berijtihad tentu dengan beberapa syarat yang harus ditempuhnya.Apalagi soal hukum agama.

Setiap orang boleh berijtihad tapi tidak semua orang bisa melakukannya.Ilmu adalah faktor terpenting yang harus dimiliki oleh mujtahid.Keihlasan,niat dan tujuannya benar2 karena Allah SWT.Iman,ilmu dan takwa seakan menjadi standart mutlak bagi yang hendak berijtihad.

Seiring dinamika kehidupan yang terus berjalan,maka semakin banyak pula persoalan dan problematika yang muncul dihadapan dan sekitar kita.Hal ini harus mampu dijawab.Hususnya dalam masalah keagamaan maka layaklah “fas aluu ahladzdzikri in kuntum laa ta’lamuun”…

jangan mutusin sekarepe wudele dewek..ngalor ngidul ora nggenah..

SAWAH

Oktober 1, 2007 oleh reyong

Sawah adalah denyut nadi kehidupan bagi para petani dan buruh tani.Disawahlah tempat mereka menyandarkan usahanya..Setiap pagi pergi kesawah memanggul senjata pacul yang sudah tumpul..ah petaniiii…

entar lah aku sambung lagi tulisan buat sampeyan..

renungan

September 30, 2007 oleh reyong

image242.jpgcomplentasi

September 30th, 2007 by guskacung

Akankah selamanya seperti ini?…beginikah hidup?…Kenapa kita berat menapakinya?..menjalaninya?…

Setiap manusia punya angan dan harapan tentang masa depan,dan tentunya dalam eksistensi yang mapan…Istiqomah dalam ibadah,sabar,ridho dan qona’ah.

Waktu kan terus berjalan dan takkan perdulikan apapun dan siapapun yang tertinggal….siap atau tidak,setiap manusia akan selalu berhadapan dengan kenyataan.dan itu harus diterima sebagai konsekuensi hidup dan sunatullah.

Pertanyaannya sekarang…sejauh mana persiapan kita agar bisa kokoh berpijak dalam kehidupan!…Berpulang dari hal tersebut kita mesti bersiap diri setiap saat dalam berbagai kemungkinan yang terjadi.

Dengan tidak menafikan usaha dan kekuatan doa serta pendekatan yang kontinyu pada sang pencipta.Amal,karya dan darma senantiasa kita ciptakan…agar kelak pada saatnya kita kembali,mampu mempersembahkan yang terbaik dihadapan Allah SWT…

 Mari teruskan beramal dan jangan mengenal lelah…

good luck !!..

Guskacung

Hello world!

September 30, 2007 oleh reyong

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!